Showing posts with label Grafis. Show all posts
Showing posts with label Grafis. Show all posts

Logo Partai Versi Masa Depan!


Saya suka sekali bermain dan bercanda dengan desain grafis, di sisi lain, saya jarang ada yang suka dengan desain grafis dalam bentuk logo milik partai - partai politik di Indonesia.

Nah apa jadinya jika bersenda gurau bersama kesukaan dan ketidak sukaan saya ? Hasilnya adalah impian visual selera saya tentang logo partai masa depan!

Dibuat dengan Adobe Illustrator, dalam waktu seharian. Pekerjaan orang nganggur tapi sebetulnya lagi banyak deadline dari klien. Itulah seniman, gak bisa membendung kreativitas yang spontan!

Coba tebak, partai apa saja yang ada di imajinasi saya ?
Coba tebak juga, partai mana yang masih eksis di masa depan ? Hehe.

Desain Logo HelloFest 10 Anima Expo 2014


Konsep dari logo HelloFest 10 Anima Expo sejak tahun 2013 adalah dengan menjadikan teks "Anima Expo" sebagai kanvas kosong yang dapat diisi oleh desainer dengan grafis dan ilustrasi yang berhubungan dengan budaya pop.

Tepat tanggal 1 September 2014, saya memulai untuk mendekorasi font - font tersebut menggunakan software Adobe Illustrator. Pola kerja spontan menjadi pilihan untuk mengeksekusi projek ini, seperti yang pernah saya bahas di buku #KSM.

Tanpa bantuan sketsa kasar di kertas, langsung to the point menjabarkan dari apa yang tervisualisasi di otak. Trial and error sudah pasti menemani.

Sejak awal, visual HelloFest Anima Expo menggunakan konsep "Bebas sebebas bebasnya". Artinya event ini mengakomodir keberagaman dari imajinasi kreator.

Eksekusinya seperti di logo ini yang selesai dibuat tepat tanggal 1 September 2014 jam 9 malam.

Sekian :p

Logo yang Bikin Kucek - Kucek Mata!


Sudah lama rasanya tidak menyimak tayangan di TVRI. 
Ah iseng - iseng saya mencoba menengoknya dari puluhan opsi channel yang ada di kabel tv langganan saya.

Tontonan tersaji dalam bentuk dialog standard antara pejabat dan host dihiasi para mahasiswa multifungsi, sebagai penonton dan hiasan background agar tampak ramai.


Namun… ada sesuatu yang bikin mata saya harus dikucek - kucek, memastikan bahwa penglihatan ini jelas dan jernih. 

Sesuatu itu adalah tampilan grafis aneh bin ajaib yang ada di pojok kanan atas.
Sebuah simbol hasil transformasi dari logo TVRI yang susah diterka.


Apakah ini kuda laut sedang menggendong burung hantu ?
Jangan - jangan besi karatan dan bersisik yang siap digadai ?
Atau… Jenglot yang sedang melayang? Amit amit!

Jujur, sebagai orang yang pernah bekerja di stasiun TV (Trans TV ehem…) dan pernah juga melakukan tugas yang sama membuat animasi logo di pojok kanan atas…. bagi saya, logo tersebut adalah logo ter-aneh yang pernah on-air dan ditonton jutaan masyarakat.

Saya kira sang kreator belum berhasil mendesain konsep dalam bentuk visual yang menarik.
Mungkin dia sangat berambisi memberikan hal - hal detail dalam logo namun tidak memikirkan bahwa objek tersebut harus bisa fleksibel untuk dibesar kecilkan sesuai proporsi.

Hasil dari logo ini benar - benar bukan menjalin persatuan dan kesatuan sesuai motto TVRI, tapi malah menjalin pertanyaan dan perdebatan.

Seandainya ada Brasso digital, akan saya sikat sekencang - kencangnya…minimal biar kesan karatannya hilang dan tampak kinclong.

- - - - - - - - - -

Updated!

Setelah beberapa hari artikel ini muncul, akhirnya saya mendapatkan penampakan asli dari logo tersebut dari teman di Facebook.

Seperti ini wujudnya...



Saya menghargai ambisi desainer untuk memasukan seluruh elemen tentang Indonesia.
Tetapi... Ah..Sudahlah :)

Logo Ii Ce We Yang Salah Gawe

Akun twitter @KDRI mendadak disapa oleh salah satu anggota ICW, Mbak illin nama panggilannya. Twitternya mudah diingat akibat tampilan avatarnya bak pilot wanita jaman bahula siap terbang ke angkasa.



Semacam curhat yang menggelitik muncul dari jempol Mbak Illin.
Bahwa beberapa kali dia mengalami keabsurd-an ketika melakukan kunjungan di luar Jakarta, yaitu salah pasang logo ICW oleh panitia lokal di spanduk / baliho.

Memang, era tahun 2006 - 2008 saya rajin sekali untuk iseng - iseng meredesain logo - logo institusi di Indonesia yang menurut saya jadul, layak diperbaiki agar tampak lebih menarik…Yaa itung - itung memberikan solusi, syukur - syukur dipakai, kalau ndak ya jadi pajangan saja di blog.

Nah kebetulan dan salah satu kandidat dimana cukup syarat untuk diulik ulang ya logo milik LSM yang aktif memerangi korupsi itu.


Hasil redesain tersebut aktif saya publish di blog Kementerian Desain RI (belum/tidak sah).

Bisa jadi para panitia lokal itu memang satu selera dengan saya :) atau mungkin males minta logo asli ICW ke pusat ? Maklum ketika saya tanya ke Mbah Google untuk "logo ICW", gambar pertama yang muncul adalah milik saya -_-*


Mbak Illin toh pada akhirnya tetap menyatakan cinta dengan logo asli ICW berbentuk mata kruwil - kruwil warna biru tua daripada buatan saya.

Ya sudah, gitu saja cerita singkat saya…

*Sambil ngeklik logo ICW buatan saya di Mbah Google… ternyata ngelink ke halaman ini 0_0!




Terkotak Kotak Setan Merah

Heboh motif kotak kotak selain digandrungi ketika saat kampanye Pilgub Jokowi Ahok, ternyata juga menjadi tren di komunitas klub setan merah.

Manchester United merilis seragam barunya di musim 2012 - 2013 dengan pola gingham style. Bahasa Belanda yang berasal dari bahasa melayu yaitu genggang, memiliki arti kain corak petak.

Cukup masuk akal alasan MU memutuskan memakai konsep motif kotak kotak, karena konon kepopuleran produksi kain gingham berawal dari pabrik tenun di Manchester di abad pertengahan 18. Seolah MU mencoba mengenang sejarah tersebut.

Walau motif gingham cukup memorable ketika dipakai Judy Garland di film Wizard of Oz dan grup vokal asal Jepang AKB48, namun masih banyak yang menganggap kain kotak kotak ini lebih cocok untuk taplak meja atau dekorasi korden.

Ketika saya berkunjung ke Mega Store, pusat official merchandise MU di Old Trafford Stadium, banyak corak gingham yang coba disajikan melalui ragam gaya. Mulai dari kaos, sweater, mug, payung, hingga celana dalam.

Sepertinya mereka mencoba menyebarkan virus fashion kotak kotak kepada penggemarnya.
Aahh seandainya MU merilis versi sarung, mungkin fansnya di Indonesia akan semangat untuk memakainya.

Akankah gingham style seheboh gangnam style ? Tanyakan saja pada sexy lady!





Logo Kota Medan: Temennya Logo Lotere ??

Perjalanan ke Bandara Soekarno Hatta saya sedikit terganggu dengan penampakan billboard di sekitar area Tangerang kilometer 25.

Terlihat pria  berwajah garang sedang mengepalkan tangan dengan tulisan "This Is Medan". Sepertinya sosok itu adalah seorang pejabat penting di kotanya. Secara keseluruhan sungguh berantakan desainnya, tidak tampak "eye candy" jika iklan itu ditujukan kepada turis.

Billboard yang terpampang strategis di lokasi jalan tol itu makin mendapat nilai merah dari saya di raportnya. Penyebab utama adalah karena eksekusi pembuatan logo "This Is Medan".

Tidak habis pikir, bagaimana bisa gambar wajah bertangan merah ini berhasil di "approve", padahal dia memiliki saudara kembar siam di negeri Inggris yang sudah eksis duluan sebagai logo organisasi resmi perjudian milik pemerintah dalam bentuk lotere bernama The National Lottery, semacam SDSB di jaman Orde Baru.

Bedanya si tangan biru memanfaatkan jarinya membentuk "crossed fingers", sebuah bentuk simbol keberuntungan, berharap untuk mendapatkan durian jatuh dalam bentuk lotere. Si merah, seperti layaknya kita sedang bermain pistol-pistolan lewat tangan.

Saya yakin, sebetulnya masih buanyak talenta handal dari rakyat Medan dalam membuat desain logo yang lebih layak bagi para turis berkunjung di kotanya.

Jadi, kita harus bilang horas atau horor ?

Ada Mie Ayam di Huruf "O" Milik London


Beberapa kali saya amati, negara Inggris itu memang doyan membuat logo - logo yang berhubungan dengan kepentingan publik menggunakan konsep yang simpel.

Tapi kali ini saya merasa ngeganjel melihat logo "London" ini. Secara tipografi sudah ndak masalah, tetapi hal yang mengganggu adalah isi dari huruf "o".

Apakah itu mie ayam yang tercecer? Cacing tanah sedang berusaha menyebrang? Atau potongan jigsaw hasil malpraktek ?
Saya memposisikan diri sebagai orang awam belum paham makna yang terkandung di dalam lingkaran itu.

Akan lebih pas jika diganti dengan bermain siluet wilayah kota London, apa jangan - jangan maksudnya memang begitu?
Alur Sungai Thames versi Mbah Google

Selidik punya selidik setelah berkonsultasi dengan mbah Google ternyata benar, benang meliuk liuk itu maksudnya adalah sungai Thames. Sebuah sungai terbesar kedua di Inggris Raya yang memotong Kota London.

Aahhh, ternyata imajinasiku tentang mie ayam di logo itu menjadi sirna, bagaimana dengan kalian ?

Kena Toyor Mayor of London


Warna-warna pastel menghiasi sebuah billboard berukuran meja pingpong yang terlihat di sebuah stasiun kereta bawah tanah di London. Beberapa gedung dan kendaraan umum divisualisasi secara simpel tapi asik.

Better Connections adalah judul grafis ini. Seolah menjelaskan public tranports yang sedang dibangun oleh pemerintah kota London makin mudah menjangkau semua sudut area.

Di pojok kiri bawah terpampang sebuah tulisan berbunyi "Mayor of London". Pertanda bahwa grafis ini resmi berasal dari walikota mereka.

Konsep dengan menonjolkan typography yang tebal kategori serifs font tanpa ada simbol pendukung membuat logo tersebut terkesan terlalu simpel.

Namun di sisi lain, tulisan tersebut bisa menunjukan karakter pemerintahan kota London yang memang ingin dianggap tidak rumit, straight to the point.

Saya acungi jempol atas inisiatif logo ini, walaupun masih bisa diulik sedikit agar tampak makin cakep.

Mereka sepertinya tidak menggunakan formula tempel wajah pejabat ala Indonesia, cukup menonjolkan tulisan dengan porsi 2,5% saja di seluruh public service announcementnya.

Harusnya pemerintah di Indonesia merasa ditoyor oleh Mayor of London karena konsep ini.